Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi saksi perjuangan seorang petani muda bernama Sopi Saepul Mutohrin (32). Berawal sejak keluar dari bangku sekolah SMP pada tahun 2009, Sopi memutuskan untuk menekuni usaha tani kentang, sebuah pekerjaan yang mayoritas diikuti oleh kebanyakan masyarakat desa ini sebagai warisan dari orang tua mereka.
Sopi menanam kentang di lahan seluas 50 tumbak tanah, dengan masa panen sekitar tiga bulan sekali. Proses pemeliharaan dimulai dengan pembersihan lahan sekitar 30 hari setelah tanam, memastikan kentang dapat tumbuh subur. Bibit yang sering digunakan oleh Sopi adalah jenis Granola, yang sudah terbukti cocok untuk lahan dan iklim di daerah ini.
Dengan metode tanam menggunakan sistem tabur biji atau tanam kentang biji, hasil panen Sopi bervariasi, dari 1 kuintal bibit bisa menjadi 1 ton kemtang bahkan lebih, tergantung pada kualitas cuaca dan pemeliharaan. Sopi menyebutkan bahwa kentang tumbuh optimal pada cuaca yang "setengah-setengah," yakni kombinasi antara hujan dan cerah.
Dalam bertani, Sopi mengandalkan pupuk kandang dan berbagai jenis pupuk organik yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Namun, seperti petani pada umumnya, ia juga menghadapi berbagai kendala. Cuaca hujan sering kali memicu serangan penyakit bakteri, sedangkan saat musim kemarau, tantangan utama adalah pasokan air yang terbatas.
Selain menanam kentang, Sopi juga menerapkan sistem gilir tumpang sari, dengan menanam tanaman seperti kopi, kol, dan sawi pada lahan yang sama, untuk menjaga keseimbangan tanah dan hasil pertanian yang beragam.
Hasil panen kentang Sopi biasanya dijual kepada para pengepul di wilayah Desa Karyamekar. Harga kentang mengikuti fluktuasi pasar, berkisar antara Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram, sehingga pendapatan dari hasil tani sering kali tidak menentu. Meski begitu, Sopi tetap optimis dan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas hasil panennya.
Perjalanan Sopi sebagai petani kentang menunjukkan semangat pantang menyerah meski dihadapkan pada berbagai tantangan. Baginya, bertani bukan hanya soal menghasilkan produk, tetapi juga mempertahankan tradisi dan semangat kerja keras yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi yang ingin mengenal lebih jauh atau berminat menjalin kerja sama, Anda dapat menghubungi melalui nomor WA: 083832537040 (Dendi).
Karyamekar patut bangga memiliki sosok seperti Sopi, yang tidak hanya berkontribusi dalam sektor pertanian, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi desa mereka.